I am, therefore I Blog™

Bang ….

Selamat Pagi,
Mungkin ini hanya sebuah uneg² dari warga mu yang ada di pinggiran, mungkin ini hanya sebuah angin lalu buat anda, tapi yang jelas kenapa setiap kali saya melewati jalan raya, baik itu jalan protokol maupun jalan pedesaan yang masih dalam wilayah IbuKota, semakin hari bukannya semakin baik, tapi semakin mengecewakan.

Bapak Gubernur Yth,
Seiring dengan digembar-gemborkannya permasalahan Electronic Road Pricing (ERP) oleh Direktur Eksekutif Pengembangan Transportasi, Bapak Yth. Budi Kuncoro mengenai pentarifan, apakah bukan lebih baik memperbaiki infrastrukturnya dulu, ketimbang ngomongin biaya ERP tsb? bukannya saya menggeneralisir pak Gub, tapi saya malah jadi mikir itu, itu, dan ini apakah bukan tidak mungkin malah dibilang palak? instead of pajak? ato kalo malah lebih ekstrim lagi malah cetusan beberapa di milis, kalo dasar pemikiran ERP itu adalah merebut nafkah para joki 3 in 1? walaupun saya pribadi juga tidak terlalu setuju dengan praktek joki ini, namun istilah membantu mungkin lebih tepat :D.

Bapak Gubernur YTH,
Mungkin bapak lebih baik turun ke jalan² pinggiran kota. eh … lebih baik bapak gubernur coba naik kendaraan sendiri, ga usah make supir, hari kerja, jam brangkat kerja, tanpa pengawalan voojrider, dan coba menikmati ‘kelancaran’ jalan raya IbuKota yang beraspal kwalitet #1. Bukan, saya bukan bermaksud nyinyir, tapi hanya menyikapi keadaan sekarang ini, apalagi proyek peninggalan-yang-tidak-jelas-kapan-selesainya itu sudah memakan banyak korban, dan lucunya, pekerjaan dilakukan juga pada saat jam sibuk?

Bapak Gubernur Yth,
Eh, sebaiknya saya panggil apa ya? Bang? ga papa kan? gini bang, sebagai pengguna jalan raya, dan tentunya saya wajib pajak yang baik (yang sudah dengan rela dipotong gajinya untuk membayar pajak dan punya NPWP juga loh), saya kok jadi mikir jelek ya? jadi selama ini saya bayar pajak larinya kemana? toh, saya kerjanya di Jakarta, hidup di Jakarta, tapi kok pelayanan Jakarta kayak gini ya?Pernah satu malam, saya pulang lembur (ya! lembur, buat nambahin bayar pajak), tiba-tiba, jalan yang tadinya mulus, ada lubang ditengah jalan diameter 20 senti, kedalaman bisa 10 senti (saya ga sempet ngukur) dan tentu sahaja saya tidak sempat menghindar! Berhubung saat itu saya make kendaraan roda dua, tentu sahaja saya terpental dan sukses tersungkur.
Saya jadinya tentu saja mengumpat tidak keruan, dalam hati jadi mikir, udah bayar pajak, harus ke bengkel, ke rumah sakit, beli obat, dan kerugian imaterial lainnya.
Coba bayangkan, lembur saya jadi tidak berguna dong? at least buat anak, istri di rumah, mungkin saya ke bengkel, kena pajak. Saya ke rumah sakit, periksa, kena pajak, saya beli obat, kena pajak. jadi kalo mikir *malaikat* saya penyumbang pajak besar juga ya? walopun akhirnya ga tau itu uang pajak larinya kemana?

Bang,
ga usah diplomatis lah menjawab pertanggungjawaban uang pajak larinya kesini lah, kesitulah, kemarilah. Saya udah bosen dengernya.
Sama halnya saya bosen denger kalo Jakarta siklus banjirnya berubah dari lima-tahunan menjadi tahunan. Ya, saya salah satu warga yang dirugikan dengan banjir ini, terlepas dari tingkah-laku-oknum-warga-masyarakat yang tidak tahu sopan santun, tapi kalo misalnya drainase kota dan oknum-so-called-kapitalis tidak merusak hutan mangrove, mungkin siklus tetap lima-tahunan dan abang mungkin tidak akan kena getahnya.

Bang,
Yang saya harap cuma satu, tolonglah bela hak rakyat mayoritas dong. Bukannya janji anda adalah, Jakarta bebas macet? Serahkan pada ahlinya?
Yang saya tau, anda mengantongi gelar ahli tata kota kan? Saya bukan siapa-siapa, dan tidak menjadi siapa-siapa untuk saat ini, yang saya ingin, Kalo saya pulang malam, tidak usah was-was dengan kondisi jalan, lingkungan, dan lain lain. Jadi saya cukup konsentrasi kerja yang akhirnya akan kena pajak. Jadi saya merasa cukup terwakili bahwasanya pajak yang saya bayarkan ternyata ada hasilnya, bukan … bukan berupa mobil anggota DPRD yang baru, bukaan … saya cuma ingin jalan itu halus, tidak tiba-tiba berlubang, apalagi yang saya inget persis, di sepanjang jalan raya Ps. Kramat Jati, terakhir kali saya lewat itu ada lubang karena proyek transjakarta tidak bagus sambungan antara pengerasan beton dengan aspalnya akhirnya terkelupas, dan sampai sekarang telah menjadi kerusakan parah sepanjang 3 meter-an. dan abang tau dong, tempat itu mobil-umum-berwarna-oranye yang ngetem bikin macet, ditambah kerusakan itu, semakin parah dong. Oiya .. juga jalan di depan Ps. Induk Kramat Jati. banyak lubang dan pastinya .. penyempitan akibat transjakarta yang tidak dibarengi dengan pengorganisasian angkot? artinya? yaaaah … tipikal pasar deh. macyet, becyek, ga ada ojyek? 😛

Bang,
mungkin baru segitu uneg² dari saya.
Ya, saya tau abang baru sebentar menjabat sebagai kepala rumah tangga di Rumah jakarta ini, tapi bukan berarti tidak melakukan tindakan kan?
Mungkin permasalahan ERP, BUSWAY, MONORAIL, KAPAL²an itu bisa ditumpuk di sebelah kiri meja kerja, sekarang yang dibuka, masterplan Jakarta dan perbaikan jalan.
Mau dibawa kemana Jakarta? Malu dong bang, IbuKota Negara gitu, mosok kalah sama negara yang sak uprit yang satelitnya bebas beredar di wilayah Indonesia?

Oke deh bang. Serahkan pada Ahlinya!

Advertisements

Filed under: Daily Mumbling

Promosi yang menggelikan

Hari minggu kmaren saya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, tepatnya di daerah Cihampelas. Jalan-jalan sore di Bandung bener2 bikin segar. Ya segar otak, ya segar mata. Apalagi pilihan momen yang tepat, akan memudahkan percepatan penyegaran :D.
Tapi, setelah acara jalan-jalan tersebut, Saya dan istri tiba-tiba menangkap salah satu iklan yang ganjil menurut ukuran saya. Kenapa ganjil? karena mendiskreditkan golongan saya yang notabene berkacamata. Memang sih, iklannya maksudnya baik. Tapi, kok ya kalimatnya itu loh, bukan berarti kalo ga berkacamata itu ga pinter, dan yang berkacamata itu pinter. Berkacamata itu sebenernya musibah buat saya, saya ngga bisa liat jelas kalo ga make kacamata, kalo make kacamata, seolah-olah ada sesuatu bertengger di hidung saya.

What The ...

Tapi kok ya nekat bener yang bikin tagline ini loh! … dan saya protes banget soal pemilihan kalimatnya.

Jadi? Kalo mau keliatan lebih pinter? Use Glasses! … what a pity. Optik sekelas ini kok ga bisa bikin tagline yang bagus!

ahueaiuheaiea … kadang saya sering berpikir, mereka bisa kok bikin banner-stand, tapi kok ya mereka ga mau hire seorang idea maker? ato minimal seorang copy-writer deh.
Soalnya ini kan menyangkut image mereka juga. Kalo misalnya dari kalimat aja mereka ga becus, gimana dengan kualitas framenya? apa juga tetep make model kw?

Ya ya ya, kadang saya suka sedih liat kondisi kaya gini, tapi gimana lagi? duit duit mereka juga kok, yang bikin ga laku (misalnya kalo ga laku) ya mereka mereka juga.

ah … ini cuma seratus rupiah saya saja.
ps : diambil make kamera Hp jaduls. mohon maap kalo ndak fokus.

Filed under: Daily Mumbling

Jakarta, 22 oktober 2007

*sigh*
Akhirnya Jakartaku kembali normal. Normal dalam arti, yang minggu lalu saya biasanya brangkat 15 menit sebelum jam masuk kantor, sekarang udah ga bisa lagi, yang biasanya minggu lalu saya bisa tenggo (*teng langsung go) sekarang udah ga bisa lagi, yang biasanya minggu lalu saya makan siang bisa di pondok indah, sekarang sudah ga bisa lagi. Yang biasanya saya bisa nganter istri dulu, sekarang udah ga bisa lagi. Yang biasanya berangkat tanpa sumpah serapah, sekarang sudah ga bisa lagi, yang biasanya sepi dari dering telepon sekarang sudah ga bisa lagi.

SELAMAT HARI SENIN JAKARTAKU!

Filed under: Daily Mumbling

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 H

Tidak terasa, Hari Raya sudah menjelang. Kalau tidak salah perhitungan, lebarang menurut versi pemerintah masih akan disidang isbatkan besok kamis 11 oktober 2007. Sedang untuk Muhammadiyah, Hari Raya akan jatuh pada hari Jumat 12 Oktober 2007. Dengan mengesampingkan satu dan lain hal, sepertinya saya memilih Hari Raya pada hari Jumat, dengan pertimbangan bahwa hari Jumat adalah hari yang suci, setidaknya itu menurut saya.
Maka dari itu, bagi temen-temen yang bakal nraktir saya hari jumat, dianjurkan untuk memberikan informasi secepatnya karena kemungkinan antrian yang bakal nraktir saya akan banyak (*halah).
Oiya. Sebenernya berhubung kemungkinan besok saya akan mulai hit the road maka, selagi ada kesempatan saya beserta keluarga dan keluarga besar saya mengucapkan

Selamat hari Raya Iedul Fitri 1428 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Taqaballahu minna waa minkum

Semoga Amal dan Ibadah kita semua selama bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT dan kita semua bisa mendapatkan rahmat, berkah dan pahala yang tiada terkira.
pesan sponsor : berhubung katanya ini cuti bersamanya sampai tanggal 19 Oktober, dan kemungkinan temen-temen bakalan masuk lagi tanggal 22 Oktober (*saya tidak termasuk, kantor saya ikut aliran SKB sebelum revisi), sebaiknya tagihan-tagihan mulai dibayar dulu, daripada nanti pas mudik ditelpon sama pemberi tagihan atau pas nanti pulang ke Jakarta listrik/telpon mati gara-gara belum bayar?
hihihi … just my 2 cents.

At Last. Happy Vacation.

Filed under: Daily Mumbling

Facebook Pirate’s Sux

banner.jpg

Filed under: Daily Mumbling

Blog Stats

  • 1,969 hits

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore te feugait nulla facilisi.

@twitter